๐ Relasi Inversi
Pernah mendengar istilah "kebalikan dari sebuah relasi"? Nah, itulah yang disebut relasi inversi. Konsep ini mirip dengan membalik arah panah pada sebuah hubungan.
Misalnya, jika ada relasi R yang menyatakan โa adalah ayah dari bโ, maka relasi inversinya akan menyatakan โb adalah anak dari aโ. Mudah, kan?
Contoh lain:
- Relasi โlebih besar dariโ punya inversi โlebih kecil dariโ.
- Relasi โlebih tua dariโ inversinya adalah โlebih muda dariโ.
๐ Apa Itu Relasi Inversi?โ
Secara umum, jika kamu punya relasi R dari himpunan A ke himpunan B, maka relasi inversinya, yang ditulis sebagai Rโปยน, adalah relasi dari B ke A. Caranya? Cukup balik posisi setiap pasangan terurut dalam relasi R.
๐ Definisi Formal:โ
Jika R adalah relasi dari A ke B, maka:
Rโปยน = { (b, a) | (a, b) โ R }
๐ Contoh Kasus:โ
Misalkan:
- P =
{2, 3, 4} - Q =
{2, 4, 8, 9, 15}
Kita definisikan relasi R dari P ke Q sebagai:
(p, q) โ R jika p habis membagi q
Hasilnya:
R = {(2,2), (2,4), (4,4), (2,8), (4,8), (3,9), (3,15)}
๐ Membuat Inversinya:โ
Sekarang kita balik arah relasinya: dari Q ke P. Maka relasi inversinya Rโปยน akan menjadi:
(q, p) โ Rโปยน jika q adalah kelipatan dari p
Hasil:
Rโปยน = {(2,2), (4,2), (4,4), (8,2), (8,4), (9,3), (15,3)}
๐ง Intinyaโ
Relasi inversi adalah konsep sederhana namun penting: kamu tinggal membalik pasangan relasi yang ada! Ini sangat berguna saat kita ingin melihat hubungan dari sudut pandang yang berbeda.
Jadi, kalau kamu tahu siapa ayahnya siapa, dengan inversi kamu juga tahu siapa anaknya siapa!